Diadili, Biksu Kontroversial Thailand Terjerat Banyak Skandal - Suaranews Diadili, Biksu Kontroversial Thailand Terjerat Banyak Skandal | Suaranews

Diadili, Biksu Kontroversial Thailand Terjerat Banyak Skandal

Share it:

Ilustrasi

Biksu kontroversial Thailand, Wiraphon Sukphon, menjadi pemberitaan karena berbagai skandal yang menjeratnya. Tidak hanya menyalahgunakan sumbangan umatnya untuk kepentingan pribadi, Sukphon juga dilaporkan menjalin hubungan intim dengan sejumlah wanita.

Pekan ini, Sukphon menjalani sidang perdana di Bangkok usai diekstradisi dari Amerika Serikat (AS), tempatnya melarikan diri sejak tahun 2013. Pengadilan menjeratkan lima dakwaan pidana, termasuk penipuan, pencucian uang dan pemerkosaan anak di bawah usia 15 tahun.

Seperti dilansir media lokal Thailand, The Nation, Kamis (20/7/2017), wajah Sukphon mulai dikenal publik secara luas tahun 2013, saat gaya hidup mewahnya terungkap ke publik. Sebagai biksu, Sukphon kedapatan menggunakan barang-barang bermerek dan bepergian dengan jet pribadi.

Rekaman video yang beredar di internet tahun 2013 menunjukkan, Sukphon bersama dua biksu lainnya sedang naik pesawat jet, mengenakan kacamata hitam bermerek dan menenteng tas mewah merek Louis Vuitton. Video itu dikecam publik dan membuat Sukphon dijuluki 'biksu jetset'.

Tidak hanya itu, The Nation menyebut, sebuah video lainnya yang beredar luas saat itu, menunjukkan seorang pria mirip Sukphon sedang berhubungan intim dengan seorang wanita. Sukphon membela diri dengan menyebut pria dalam video adalah saudara laki-lakinya.

Namun kemudian seorang wanita mengajukan gugatan ke pengadilan Si Sa Ket, dengan mengklaim Sukphon menghamili dirinya. Wanita ini bahkan siap menjalani tes DNA untuk mendukung klaimnya. Wanita yang tak disebut namanya ini meminta ganti rugi 40 juta baht (Rp 15,5 miliar) dari Sukphon.


Saat satu per satu skandal bermunculan, Sukphon melarikan diri ke Prancis dan kemudian ke AS. Namun, sebut The Nation, Sukphon sempat memposting sejumlah foto dirinya yang mengenakan jubah biksu warna oranye dengan latar belakang rumah dan mobil mewah.

Selama di AS, Sukphon dilaporkan mendirikan sebuah pusat ajaran Buddha dan tinggal di San Diego, California. Otoritas Thailand mengajukan permohonan ekstradisi kepada otoritas AS, dengan menyebut Sukphon diburu atas berbagai tindak pidana. Pada Mei 2016, pengadilan AS mengabulkan permohonan ekstradisi itu. Sukphon ditahan di AS dan dipulangkan ke Thailand pekan ini.

Selama Sukphon berada di AS, Departemen Investigasi Khusus (DSI), membekukan rekening bank dan menyita sejumlah aset miliknya, termasuk beberapa bidang tanah dan sejumlah rumah. Disebut The Nation, uang sekitar 2 miliar baht (Rp 779 miliar) dibekukan dari rekening Sukphon. Di antara aset-aset itu terdapat juga beberapa mobil mewah merek Porsche dan Mercedes Benz, juga sepeda motor Harley-Davidson dan sebuah Vespa.

Uang dan aset fantastis yang dimiliki Sukphon diduga berasal dari sumbangan umatnya. Sebagai kepala biara Khantidham di Provinsi Si Sa Ket -- sebelum gelar biksunya dicabut, Sukphon kerap menerima sumbangan dalam jumlah besar. Kantor Anti-Pencucian Uang Thailand (AMLO) dalam pernyataannya pada September 2013, seperti dilansir AFP, menyebut Sukphon diduga menipu orang-orang untuk memberikan sumbangan besar.

"Biksu bisa menerima sumbangan dan harus menggunakannya untuk kepentingan publik, bukan untuk kepentingan pribadi dan untuk kenyamanannya sendiri," ucap Sekretaris AMLO saat itu, Kolonel Polisi Seehanat Prayoonrat.

Sukphon yang juga dipanggil dengan nama Luang Pu Nen Kham ini, mengklaim dirinya sebagai reinkarnasi seorang biksu ternama yang banyak melakukan mukjizat. Saat masih menjadi biksu, Sukphon sangat dipuja-puja oleh pengikut setianya karena karakternya yang disebut karismatik

Sumber: detik

Ayo Sebarkan:

Loading...

Share it:

kriminal

Post A Comment:

0 comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.