Mengulik Asal Usul E-mail yang Lahir Sebelum Kemunculan Internet - Suaranews Mengulik Asal Usul E-mail yang Lahir Sebelum Kemunculan Internet | Suaranews

Mengulik Asal Usul E-mail yang Lahir Sebelum Kemunculan Internet

Share it:

Ilustrasi

Siapa yang menyangka, jika E-mail ternyata jauh lebih tua dibandingkan ARPANet atau Internet. E-mail awalnya hanyalah sebuah kemajuan kecil pada direktori file, yang hanya meletakkan sebuah pesan di direktori pengguna lain, pada tempat mereka bisa melihatnya saat pesan itu masuk.

Hal tersebut merupakan evolusi yang sederhana, sama seperti seseorang meninggalkan catatan di meja seseorang.

Mungkin sistem e-mail pertama dari jenis ini adalah Mailbox, yang digunakan di Massachusetts Institute of Technology sejak 1965. Program awal lainnya ditujukan untuk mengirim pesan di komputer yang sama disebut sebagai SNDMSG.

Beberapa komputer mainframe di era itu mungkin memiliki hingga 100 pengguna yang seringkali mereka menggunakan ‘dumb terminal’ untuk mengakses mainframe dari meja kerja mereka. Dumb terminal hanya terhubung ke mainframe, mereka tidak memiliki penyimpanan atau memori sendiri dan melakukan semua pekerjaan mereka pada komputer mainframe.

Sebelum era internet dimulai, email hanya bisa digunakan untuk mengirim pesan ke berbagai pengguna komputer yang sama. Begitu komputer mulai saling berhubunga satu sama lain melalui jaringan, masalah menjadi semakin rumit karena harus bisa memberi pesan ke dalam amplop dan mengatasinya.

Pada saat itu, dibutuhkan sarana untuk menunjukkan kepada siapa surat harus dikirim agar produk elektronik itu dipahami, seperti sistem pos yang menunjukkan alamat. Inilah sebabnya Ray Tomlinson dikreditkan dengan menemukan e-mail pada 1972.

Seperti banyak penemu Internet lainnya, Tomlinson bekerja untuk Bolt Beranek dan Newman sebagai kontraktor ARPANET. Dia mengambil simbol ‘@’ dari keyboard komputer untuk menunjukkan pengiriman pesan dari satu komputer ke komputer lainnya. Jadi, bagi siapa pun yang menggunakan standar internet, itu hanya masalah nama pengguna ‘@’ nama komputer.

Terlepas dari yang ditawarkan world wide web (WWW), email tetap menjadi aplikasi internet yang paling penting dan fasilitas yang paling banyak digunakan. Lebih dari 600 juta orang secara internasional menggunakan surat elektronik ini.

Pada 1974 ada ratusan pengguna e-mail militer karena ARPANET akhirnya mampu mendukungnya. E-mail menjadi penyelamat Arpanet dan menyebabkan pergeseran radikal dalam tujuan Arpa.

Perkembangan e-mail semakin pesat setelah Larry Roberts menemukan beberapa folder e-mail untuk atasannya sehingga ia menyortir suratnya. Pada 1975 John Vittal mengembangkan software untuk mengatur e-mail. Kemudian pada 1976, e-mail benar-benar lepas landas dan paket komersial mulai muncul.

Dalam beberapa tahun, 75% dari semua lalu lintas ARPANET adalah e-mail. E-mail turut membawa kita dari Arpanet ke Internet.

Salah satu perkembangan baru pertama ketika komputer pribadi (PC) muncul adalah ‘offline reader’. Offline reader mengizinkan pengguna e-mail menyimpan e-mail mereka di PC mereka sendiri, lalu membacanya dan menyiapkan balasan tanpa benar-benar terhubung ke jaringan.

Hal ini sangat berguna di belahan dunia di mana biaya jaringan ke sistem email terdekat mahal harganya. Dengan biaya koneksi beberapa dolar per menit, penting untuk menyiapkan balasan tanpa terhubung ke jaringan, dan kemudian masuk ke jaringan untuk mengirimkannya.

Dengan World Wide Web, email mulai tersedia dengan antarmuka yang ramah oleh penyedia layanan seperti Yahoo, Hotmail atau Google yang kini banyak digunakan. Kini e-mail amat terjangkau untuk digunakan oleh siapa pun dengan jangkauan hingga ratusan juta orang.

Sumber: okezone

Ayo Sebarkan:

Loading...

Share it:

techno

Post A Comment:

0 comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.