Pantang Menyerah! Golkar Siap Mati-matian, Demi Muluskan Presidential Threshold 20 Persen - Suaranews Pantang Menyerah! Golkar Siap Mati-matian, Demi Muluskan Presidential Threshold 20 Persen | Suaranews

Pantang Menyerah! Golkar Siap Mati-matian, Demi Muluskan Presidential Threshold 20 Persen

Share it:

ilustrasi



Hari ini, DPR akan mengelar Rapat Paripurna untuk menentukan nasib RUU Pemilu. Di Rapat Paripurna nanti, Fraksi Golkar akan mengerahkan semua tenaga untuk menggolkan presidential threshold (Preshold) 20 persen perolehan kursi DPR atau 25 persen suara sah, sebagaimana diusulkan Pemerintah.

Ketua Fraksi Golkar Robert Joppy Kardinal menyatakan, pihaknya telah melakukan lobi-lobi dengan fraksi lain dan akan terus menjalin komunikasi demi menggolkan Preshold 20 persen tadi. "Kami berharap tidak ada voting. Golkar akan terus melakukan lobi-lobi dengan semua fraksi di DPR untuk sama-sama mendukung paket A besok (hari ini, red),” katanya di Jakarta, Rabu (19/7).

Paket A yang dimaksud adalah pilihan yang berisi lima isu krusial dalam RUU Pemilu, satu di antaranya adalah Preshodl. Paket ini terdiri atas: Preshold 20/25 persen, parliamentary threshold (PT) 4 persen, sistem Pemilu terbuka, besaran kursi 3-10, konversi suara menggunakan saint lague murni.

Paket ini dibuat dalam rapat Pansus RUU Pemilu, pekan lalu. Dalam rapat tersebut, Pansus membuat lima paket, yaitu A, B, C, D, dan E. Paket B berisi Preshold 0 persen, PT 4 persen, sistem Pemilu terbuka, besaran kursi 3-10, konversi suara menggunakan kuota hare. Paket C berisi Preshold 10/15 persen, PT 4 persen, sistem Pemilu terbuka, besaran kursi 3-10, konversi suara menggunakan kuota hare.

Paket D berisi Preshold 10/15 persen, PT 5 persen, sistem Pemilu terbuka, besaran kursi 3-8, konversi suara menggunakan saint lague murni. Paket E berisi Preshold 20/25 persen, PT 3,5 persen, sistem Pemilu terbuka, besaran kursi 3-10, konversi suara menggunakan kuota hare.

Paket-paket ini sebenarnya pernah dibahas dalam rapat Pansus RUU terakhir dengan Mendagri Tjahjo Kumolo, Kamis, pekan lalu. Namun, dalam rapat tersebut, tidak didapat kata sepakat antara Pemerintah dan fraksi-fraksi soal besaran Preshodl. Pemerintah dan fraksi-fraksi pendukungnya menginginkan Preshold dipertahankan di angka 20/25 persen. Sebagian fraksi menginginkan diturunkan menjadi 10/15 persen. Sebagian lagi meminta Preshold ditiadakan alias 0 persen. Alhasil, isu ini pun diserahkan ke Rapat Paripurna hari ini untuk diambil keputusan.

Menurut Robert, Golkar sebenarnya ingin pengambilan keputusan nanti dilakukan dengan musyawarah mufakat. Namun, jika akan harus dilakukan voting, pihaknya juga sudah siap. Fraksi Golkar sudah menginstruksikan semua anggotanya untuk hadir di Rapat Paripurna nanti.

"Fraksi sudah instruksikan semua anggota untuk hadir dalam Rapat Paripurna. Diwajibkan datang untuk kawal RUU Pemilu. Namun, bukan berarti Golkar ingin voting. Kami tidak ingin voting,” ucap politisi asal Papua ini.
Andaipun harus voting, Robert yakin paket A akan menang. Dia sudah menghitung jumlah anggota dari gabungan lima fraksi pendukung Pemerintah di Rapat Paripurna nanti. Lima fraksi itu ternyata sudah mayoritas alias lebih dari 50 persen dari kursi di DPR yang sebanyak 560.

"Golkar, PDIP, Nasdem, PPP, dan Hanura sudah firm (Paket A). Totalnya 284 anggota. Itu sudah lebih dari 50 persen. Namun begitu, kami tidak mau voting. Kami ingin RUU Pemilu diputuskan secara bulat. Apalagi ini kan sudah dibahas tujuh bulan, masak tidak bisa diselesaikan dengan musyawarah,” katanya.

Namun, keinginan Golkar ini bukan tanpa kendala. Gerindra, Demokrat, PAN, PKB, dan PKS sepertinya condong menginginkan RUU Pemilu itu diputuskan lewat voting. Gabungan suara dari fraksi-fraksi tadi juga cukup besar, sebanyak 270 kursi.

Mengingat sengitnya pertarungan dalam Rapat Paripurna nanti, Golkar mewanti-wanti para kadernya untuk loyal. Golkar tidak akan segan menjatuhkan sanksi pada kader yang tak datang di Rapat Paripurna nanti.

"Partai Golkar punya aturan. Kalau tidak mengikuti instruksi, pasti ada sanksi. Kalau Kapoksi (Ketua Kelompok Fraksi di Komisi) enggak hadir, ya bisa-bisa enggak (menjabat) Kapoksi lagi. Kecuali, ada alasan yang bisa diterima. Kami pun telah menugaskan kepada seluruh Kapoksi untuk mengingatkan semua anggotanya untuk hadir,” katanya.

Sebelum ke Rapat Paripurna, sekitar pukul 9 pagi ini, Golkar akan menggelar rapat pleno fraksi untuk menyusun strategi. "Besok pagi ada pleno. Namanya rapat konsinyering juga untuk absen berapa yang hadir. Kalau belum hadir, kita hubungi, kita telepon untuk hadir,” tandasnya.

sumber: rmol

Ayo Sebarkan:

Loading...

Share it:

politik

Post A Comment:

0 comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.