Dugaan Kriminalisasi Ulama Disebut Kasus Paling Serius dan Tertinggi oleh Komnas HAM - Suaranews Dugaan Kriminalisasi Ulama Disebut Kasus Paling Serius dan Tertinggi oleh Komnas HAM | Suaranews

Dugaan Kriminalisasi Ulama Disebut Kasus Paling Serius dan Tertinggi oleh Komnas HAM

Share it:

Ilustrasi

 Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai menyebut bahwa persoalan yang dihadapi oleh negara saat ini, di mana umat Islam merasa tidak mendapatkan keadilan adalah persoalan yang sangat serius yang pernah dialami oleh negara.

    “Bagi republik ini, ini adalah kasus tertinggi yang pernah ada. Tertinggi daripada kasus-kasus yang lainnya yang pernah dihadapi. Ini kasus yang sangat serius,” sampainya, beberapa waktu lalu saat Presidium lainnya menjemput rekomendasi yang dikeluarkan oleh Komnas HAM, di Jakarta.

Dan Pigai menyatakan, biasanya dalam menghadapi kasus seperti ini (kriminalisasi) ada saja pihak yang ingin memecah belah. “Situasi kayak gini itu gampang dipecah belah. Bisa tim kita, ataupun tim Bapak-bapak sekalian,” sambungnya singkat.

Sebelumnya Pigai juga menyebut bahwa sebelum membentuk rekomendasi ini, adanya pemantauan dalam penyidikan. Setelah itu lalu ditulis bersama dengan Komisioner lainya.

Dari hasil tulisan bersama itu, Pigai mengaku tidak satupun yang ditambah. Sebab hasil bersama itu adalah kebersamaan. “Dan akhirnya kita mengeluarkan suara bersamaan. Ada beda pandangan sebelum mengeluarkan rekomendasi ini. Tetapi hal itu sudah biasa. Bukan aspek materialnya, tetapi hanya soal waktu,” tambahnya.

Pigai berharap, dari keluarnya rekomendasi ini bermanfaat bagi Presidium dan Alumni 212 secara keseluruhan. Adapun termaktub nama-nama orang di dalam dokumen, ia meminta agar Presidium merahasikannya.

“Kecuali sudah memasuki tahap sidik. Lalu kemudian barulah diserahkan ke pengacara. Mohon dijaga. Karena ini menyangkut nama-nama orang. Rahasia,” tutup pintanya.

Sumber: voaislam

Ayo Sebarkan:

Loading...

Share it:

tajuk

Post A Comment:

0 comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.