Mobil Listrik Bakal Marak dalam 7 Tahun, Bagaimana Pasokan Listriknya? - Suaranews Mobil Listrik Bakal Marak dalam 7 Tahun, Bagaimana Pasokan Listriknya? | Suaranews

Mobil Listrik Bakal Marak dalam 7 Tahun, Bagaimana Pasokan Listriknya?

Share it:

Ilustrasi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Keuangan, sedang menyusun draf soal mobil listrik. Dalam tujuh tahun ke depan mobil ramah lingkungan itu akan mulai banyak beredar di jalanan.

Namun di sisi lain bertambahnya mobil listrik akan berdampak pada konsumsi energi. Karena itu pemerintah juga memikirkan ketersediaan pasokan listrik untuk memenuhi kebutuhan pengguna mobil.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, tidak perlu khawatir soal pasokan listrik karena pemerintah akan terus membangun pembangkit.

"Dengan adanya mobil listrik tentu dibutuhkan tenaga listrik yang banyak. Jangan khawatir karena setiap lima tahun pemerintah setidak-tidaknya membangun 3.5000 megawatt pembangkit listrik. Jadi ke depan, tantangan sumber daya listriknya. Bayangkan, kalau 2 juta mobil yang di-charge itu berapa megawatt yang dibutuhkan," ujar JK.

Belum lagi bila masyarakat menggunakan listrik untuk kebutuhan sehari-hari, seperti men-charge telefon genggam. Bisa dipastikan konsumsi listrik akan meningkat tajam.

"Ada sekira 250 juta handphone di-charge pada saat yang sama tentu kebutuhan listrik akan melonjak luar biasa di malam hari. Jadi nanti apabila ini (mobil listrik) terlaksana pada 7 tahun yang akan datang maka di Indonesia nanti tidak akan ada lagi pick hour. Semuanya pick, pagi, siang, malam, semuanya pick karena adanya jutaan mobil listrik di seluruh Indonesia yang sedang di-charge," paparnya.

Selain itu, pemerintah juga memikirkan pengadaan fasilitas dan infrastruktur pendukung mobil listrik, termasuk stasiun pengisian.

"Kita juga siap mempersiapkan infrastrukturnya dan juga teknologinya," terang Kalla.

Terkait insentif pajak mobil listrik, insentif pajak yang akan diberikan adalah PPnBM. Besarannya masih diatur melibatkan Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian. Diharapkan, insentif ini bisa membuat harga mobil listrik lebih terjangkau yang dampaknya penggunaannya akan meningkat.

"Mobil listrik itu kan tadi sudah banyak modelnya, dari hybrid ke mobil listrik dengan perkembangannya. Nanti tahun 2025 sudah 20 persen lah," pungkasnya.

Sumber: okezone

Ayo Sebarkan:

Loading...

Share it:

Otomotif

Post A Comment:

0 comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.