Tamat Deh! 35 Ribu Calon Jamaah Belum Berangkat, Rekening Fist Travel Cuma Tersisa Segini - Suaranews Tamat Deh! 35 Ribu Calon Jamaah Belum Berangkat, Rekening Fist Travel Cuma Tersisa Segini | Suaranews

Tamat Deh! 35 Ribu Calon Jamaah Belum Berangkat, Rekening Fist Travel Cuma Tersisa Segini

Share it:

ilustrasi


Bareskrim Polri menetapkan Direktur Utama First Travel Andika Surachman dan Direktur First Travel Annisa Desvitasari Hasibuan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan, kemarin.

Dari penelusuran penyidik diketahui kendati belum memberangkatkan 35 ribu jemaah umrah, uang dalam rekening perusahaan hanya tinggal Rp1 juta hingga Rp1,3 juta. Kok bisa?

Kasus tersebut bermula dari tawaran pemberangkatan umrah First Travel dengan tiga jenis paket. Yakni, promo, reguler dan very important person (VIP). Untuk paket promo hanya dikenakan biaya Rp14,3 juta per jemaah. Lalu, Rp25 juta per jemaah untuk paket jenis reguler dan Rp54 juta untuk paket VIP per jemaah

Namun, pengiriman jemaah umrah mulai tersendat sejak 2015. Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Brigjen Herry Rudolf Nahak, mengatakan, pekan lalu kemudian terdapat laporan dari 13 agen yang direkrut First Travel terkait dugaan penipuan.

“Dalam penyelidikan itu didapatkan dua alat bukti terkait dugaan penipuan tersebut, karena itu keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan,” terangnya.

Biaya umrah yang hanya Rp14,3 juta tersebut memang mencurigakan. Sebab, sesuai patokan dari Kementerian Agama (Kemenag) standarnya biaya umrah sekitar Rp21 juta hingga Rp22 juta. Namun begitu, saat ini Dittipidum juga tengah mendalami berapa biaya sebenarnya yang diperlukan First Travel untuk mengirim satu jemaah.

Nahak menjelaskan, saat dimintai keterangan keduanya berdalih melakukan jual rugi dan melakukan subsidi silang dengan antara jemaah promo dengan jemaah regular dan VIP.

“Namun, muncul pertanyaan saat dilakukan subsidi silang, mengapa 35 ribu orang itu tidak diberangkatkan hingga saat ini,” terangnya.

Untuk memperdaya, maka dilakukan berbagai modus. Di antaranya, paket carter pesawat yang menambahkan uang Rp2,5 juta. Namun, dari semua orang yang mendaftar paket carter pesawat hanya 10 persennya yang berangkat.

“Ada pula modus paket Ramadan yang menambah uang Rp3 juta hingga Rp8 juta. Tapi, tidak juga berangkat,” tuturnya di depan kantor Bareskrim, kemarin.

Apakah First Travel melakukan skema ponzi? Belum bisa diketahui secara pasti. Namun, yang dapat dipastikan adalah terdapat pidana dalam kejadian tersebut. “Belum tahu ada skema semacam itu digunakan,” jelasnya.

Sejak beroperasinya First Travel, diketahui telah ada 70 ribu orang yang mendaftar dan membayar untuk umrah tersebut. Namun, baru 35 ribu berhasil diberangkatkan. Sisanya, 35 ribu lagi tidak diberangkatkan. “Ada yang dua tahun dan satu tahun menunggu pemberangkatan,” ujarnya.

Dengan jumlah 35 ribu orang yang belum diberangkatkan, maka diketahui terdapat kerugian sekitar Rp550 miliar. Namun, ironisnya saat dilakukan tracking terhadap rekening perusahaan First Travel hanya tertinggal Rp1 juta hingga Rp1,3 juta.

“Maka, diterapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). Kami akan melakukan penelusuran kemana aliran dana ini,” terangnya.

Memang diketahui bahwa Direktur First Travel Annisa yang sekaligus istri Andika tersebut memiliki sebuah butik dan bahkan dikenal di dunia fashion.

Karena itu penyidik mencoba mendeteksi apakah ada aliran uang jemaah yang digunakan untuk membangun lini bisnis fashion tersebut.

sumber: jpnn

Ayo Sebarkan:

Loading...

Share it:

kriminal

Post A Comment:

0 comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.